Sesuatu yang Menarik untuk Dijadikan Perbincangan

Agama Yahudi memang kepercayaan monoteism yang diturunkan Tuhan, dengan kitab Taurat yang dibawa Nabi Musa dan Zabur yang dibawa Nabi Daud.
Orang-orang Yahudi juga merupakan keturunan Ya'qub as bin Ishaq as bin Ibrahim as.
Saat menyebar di Eropa dari Zaman Greko, kepercayaan ini bertentangan dengan Yunani-Romawi. Jadilah mereka diasingkan dan ditindas dimana-mana.

Lalu diutuslah Nabi Isa as (keturunan Sulaiman as, Daud as, Yaqub as, Ishaq as, Ibrahim as) dengan Kitab Injil yang juga monoteism. Namun kepercayaan ini lebih cepat menyebar dan diterima di Eropa. Membuat Agama Yahudi semakin tidak punya tempat.

Sampai pada tahun 571 M dimana lahirlah Nabi Muhammad saw (keturunan Ismail as bin Ibrahim as) yang saat usia 40 tahun membawa Kitab Al-Quran sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Agama Islam menyebar luas ke seluruh penjuru dunia, karena memang ditujukan untuk seluruh umat manusia.

Kepercayaan-kepercayaan sebelumnya sepertinya masih ada yang tidak mengakui bahwa kitab-kitab mereka sudah harus diperbarui; menjadi Al-Quran.
Apalagi dengan banyaknya berbedaan pendapat dan perpecahan di internal keyakinan.
Jangankan kitab-kitab terdahulu yang belum lengkap, Al-Quran dan Islam saja banyak kelompok-kelompoknya.

Terlepas dari pikiran dan perasaan manusia yang berbeda-beda, 
Lalu, semua kita adalah keturunan Nuh as yang juga keturunan Adam as. Apakah iya, satu garis kepercayaan yang merupakan turunan dari Ibrahim as itu terpecah menjadi banyak kelompok yang bahkan mengorbankan darah dan air mata?

Salah satu hal yang hanya menarik untuk dibahas tanpa dilakukan adalah perang. Dalam islam boleh perang, boleh. Saat Nabi Muhammad saw masih hidup, beliau juga berperang (Waddan, Badar, Uhud, Muraisi, Khandaq, Khaibar yang melawan Yahudi, Mu'tah, Tabuk, dll).
Tapi perlu dipahami bahwa boleh perang bukan berarti bisa seenaknya. Ada banyak sekali syarat yang harus dipenuhi seperti dalam keadaan mendesak, tidak boleh merusak, tidak boleh membunuh orang tua renta dan anak-anak, tidak boleh mengganggu orang ibadah, dan tidak boleh tidak boleh lainnya (baca QS. al-Qashas).

(Maaf sedikit menyinggung)
Lalu, seandainya ada yang mengatakan bahwa Islam membolehkan perang berarti membolehkan pertumpahan darah dan kerusakan; apakah kepercayaan lain yang tidak membolehkan perang (secara eksplisit) itu juga menuliskan larangan perang?
Jika seandainya tidak ada bahasan perang, apakah berarti boleh perang tanpa syarat-syarat yang harus dipenuhi?



Comments

Popular Posts