Pergilah dan Jangan Kembali

Kamu datang hari ini, setelah ribuan malam aku menanti hadirmu untuk kembali memenuhi janji.

Kamu datang bersama angan yang mengingatkan hawa angin kemarin saat kita melangkah bersama menuju singgasana bahagia.

Kamu datang dengan cerita panjang dengan rajutan kisah penyesalan setelah sekian lama meninggalkan.

Ya, kamu memang datang dengan tujuan melanjutkan cinta yang kau jeda dengan sengaja, tapi itu bukan sekedar jeda, melainkan akhir cerita kita.

Kamu memintaku mengulang kenangan, memohon sebuah kesempatan, serta mengharapkan satu pengampunan agar bisa ku kembali menerima hati yang telah pergi.

Tanpa basa-basi aku tegaskan bahwa cinta untukmu baru saja pudar sekalipun telah lama kamu menghindar.

Bagaimana bisa aku memelukmu lagi, sedang tanganku terikat diatas ketakutan akan kehilangan untuk kesekian kali.

Bagaimana bisa aku terbang bersamamu, sedang sayapku terjerat kesakitan akan penghianatan yang kamu tanamkan, mengoyak kepercayaan.

Kamu adalah laki-laki pertama yang mampu mengajakku berenang ke tengah samudra kasih sayang, tapi kamu pula yang menenggelamkan dalam kepedihan.

Cukup bagiku menelan kenyataan bahwa ada hati lain yang membuatmu nyaman hingga menghempaskan segenap perasaan.

Benih luka yang kamu taburkan telah tumbuh menjadi bunga kecewa, tak mudah dilupa, tak mampu diraba, tak sanggup dikira, aku jera.

Asal kamu tau, telah aku tuntaskan semua rangkaian rindu padamu dan aku lepaskan setiap bayangan yang pernah datang juga mewarnai kenangan.

Telah aku akhiri semua penantian tentang harapan memiliki, yang pernah ku kira abadi namun nyatanya hanya sejenak dan pergi.


amz:019

Comments

  1. Menyambutnya datang dengan suka cita, namun nyatanya dia hanya singgah tanpa menetap. Bahkan ia pergi tanpa pamit meninggalkan berbagai pertanyaan yang mengusik pikiran. Kemudian ia datang kembali saat hati mulai tertata ulang.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts