HMI, Sebuah Catatan dari Kader yang Meramu Alasan untuk Tidak Meninggalkan
Karya: Aisha Fabella
Telah banyak nyawa yang meneguk basah yang cair, atau
ampas yang getir,
dalam perjalanan hingga tabah sampai akhir.
Sudah ribuan deru nafas yang menyublim dari kota rusa
hinga kota seribu benteng;
biarlah beku, menuju jalan panjang perkaderan yang
amat berliku.
Diantara partikel pengharapan, ada senyum yang merekah
diantara tetesan keringat dalam menghidupi komisariat,
meski nilai-nilai dasar perjuangan kerap kali
dipungkiri dengan dalih menyesuaikan keadaan.
Seorang kader yang baru tiga tahun berhimpun sudah
hampir khatam merasakan besarnya gelombang dalam himpunan yang seusia dengan
kakeknya.
Tujuh puluh enam tahun bukan lagi usia muda untuk
menari-nari diatas cahaya;
lalu jika manusia-manusia yang mengaku penerus Lafran
Pane hanya mengejar harta dan tahta, himpunan ini menjadi serupa gerbang neraka
dengan pintu-pintu tanpa lapis kaca.
Maka pantaslah jika seseorang memastikan alasan
bertahan,
hingga beberapa sadar bahwa berjuang di bawah bendera
hijau hitam tak bisa selamanya.
Tidak ada diantara kita yang lebih gila untuk memilih
tiada,
tiada apa-apa yang bisa digenggam dan dimanfaatkan
begitu rupa.
Meskipun nyatanya, organisasi perjuangan ini tidak
lagi berjuang sebagaimana mestinya.
Sedangkan untuk beberapa lainnya, hanya melahirkan hujan
panjang yang menggarami luka.
Di bulan kedua tahun ini, lagi-lagi ribuan kader
merayakan hari jadi, memeluk syukur dan bahagia sepanjang hari,
Tapi yang paling nyata ialah refleksi, masih pantaskah
himpunan ini menjadi yang terbesar setelah banyak perpecahan dan penuh masalah?
Masih pantaskah Himpunan Mahasiswa Islam menjadi
tempat menempa jiwa-jiwa baru sedangkan nilai keislaman dan keindonesiaan terus
digerus kepentingan?
Dan lalu, masih perlukah tetap menetap dalam tubuh
himpunan sekalipun telah menyelesaikan Latihan Kader Dua dengan membanggakan,
tapi tidak ada jalan selain yang bertumpuk-tumpuk
dengan keburukan?
(Silahkan direnungkan)
- Telah menjadi Juara 1 Lomba Puisi dalam Peringatan HMI ke-76 oleh HMI Cabang Malang
- Telah dibacakan penulis, pada Acara Puncak Peringatan HMI ke-76 oleh HMI Cabang Malang di Pendopo Agung Kab. Malang
Comments
Post a Comment